Benarkah kiamat sudah dekat ?

Rasululloh Muhammad SAW telah mengatakan di dalam hadistnya pada sekitar 1400 tahun yang lalu atau pada masa-masa turunnya Al-Qur’an yaitu pada 610 Masehi. Hal-hal itu kini sudah banyak yang terjadi dan kita alami. Peristiwa-peristiwa tersebut yang terjadi satu per satu pada masa kehidupan kita menunjukkan adanya mukjizat lain yang dimiliki Rasululloh selain dari Al-Qur’an. Mari kita telaah tanda-tandanya satu per satu.
1. Hari Kiamat Tidak Akan Terjadi, Kecuali Telah Terjadi Banyak Pertumpahan Darah (Hadist Riwayat Bukhari)
Tindakan-tindakan kekerasan, terror, dan peperangan adalah salah satu tanda dari kiamat, berlanjut dengan meningkatnya kekerasan di seluruh dunia. Coba kita ingat lagi, saat ini saja ada berapa negara yang sedang mengalami peperangan? Seperti di Libanon beberapa waktu yang lalu, di Palestina antara umat muslim palestina dengan Israel dan amerika, serta yang paling hangat saat ini adalah ketegangan antar saudara Korea Utara vs Korea Selatan yang beberapa waktu yang lalu juga menimbulkan banyak korban jiwa. “menjelang hari kiamat akan terjadi banyak Al-Harj. Al-harj berarti pembunuhan”
2. Hari Penghisaban Tidak Akan Tiba Hingga Semua Orang Secara Terang-terangan Menolak Keberadaan Alloh SWT (Al-Mutaqqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-mahdi Akhir al-zaman, p.27)
Hingga saat ini banyak negara di berbagai belahan dunia yang memberikan kebebasan kepada warga negaranya untuk tidak memeluk atau meyakini sebuah agama. Bahkan secara terang-terangan didalam sebuah website, mereka mengklaim diri mereka anti Tuhan alias Atheis. Di samping itu, harian-harian tentang klaim anti tuhan sudah banyak sekali diterbitkan, contohnya di Amerika seperti American Atheist Newsletter. Untuk Asia sendiri, kita dapati contohnya yaitu Korea Selatan yang mana 60% penduduknya menganut Atheis.
3. Kota-kota Besar Akan Runtuh dan Kota-kota Tersebut Akan Hilang Seolah-olah Memang Tidak Pernah Ada (Al-Mutaqqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-mahdi Akhir al-zaman, p. 38)
Sampai detik ini banyak sekali kota-kota besar di bagian belahan bumi yang hancur dan porak poranda diterjang bencana alam, yang mana setelah bencana alam itu melanda menjadikan kota-kota itu seperti kota-kota mati yang tak bertuan. Menurut Harun Yahya, salah satu tanda kiamat yang dikaitkan dalam hadits adalah hancurnya kota-kota. Gempa bumi seperti di Meksiko dan Tokyo yang terjadi beberapa tahun lalu maupun yang terjadi beberapa minggu yang lalu, yang memebuat kota-kota tersebut hancur dan porak poranda adalah salah satu contoh dari cici-ciri tersebut.
4. Kekayaan hanya Akan terbagi di Antara Orang-orang Kaya tanpa Ada Manfaat bagi yang Miskin (Hadist Riwayat Tarmidhi)
Meskipun banyak orang kaya di dunia, tetapi banyak pula Negara yang menderita kelaparan yang amat sangat. Seperti halnya di Negara kita, banyak sekali orang-orang kaya yang hartanya sampai disimpan di bank-bank dunia, bahkan ada juga yang masuk kedalam 10 besar orang terkaya di Asia, akan tetapi kebalikan dari itu banyak juga rakyat kita yang untuk makan hari ini saja tidak bisa, dan mesti memungut hasil dari sisa-sisa makan orang lain yang dibuang. Hal ini merupakan tanda lain yang harus kita renungkan bersama.
5. Orang-orang Akan Terjerumus kepada Perilaku Homoseksual dan Lesbianisme (Al-Mutaqqi al-Hindi, Kanzul Ummaal)
Kebebasan +/- 6.102.000 orang kaum Homoseksual yang pernah dikatakan Rasululloh sekitar 1400 tahun yang lalu, saat ini dapat dilihat di beberapa bagian dunia. Bahkan beberapa Negara di Asia, Amerika, maupun Eropa telah mengakui dan melegalkan perkawinan sesama jenis, hal ini dapat kita temukan di Jerman misalnya. Di Indonesia saja, seringkali kita jumpai pasangan sesama jenis yang tanpa malu-malu hadir ditengah-tengah masyarakat umum. Bahkan banyak sekali kita jumpai salon-salom kecantikan yang dikelola maupun memperkerjakan kaum seperti ini.
6. Hari Akhir Tidak Akan terjadi Hingga Pembunuhan Meningkat Akibat kelaziman dari Terbukanya Hubungan yang Terlarang (Hadist Riwayat Bukhari, Vol. 2, No. 146)
Untuk beberapa bagian Negara, melakukan aborsi di zaman sekarang ini bukanlah merupakan hal yang tabu. Akibat banyaknya dan meluasnya perbuatan seks bebas yang dilakukan oleh masyarakat Negara-negara sekuler yang memiliki gaya hidup yang serba bebas, mengakibatkan tingkat aborsi dinegara-negara itu meningkat tajam. Menurut surat kabar South Review tertanggal 5 Agustus 2001, angka pertumbuhan prostitusi yang dilakukan oleh anak-anak di Asia meningkat. Bahkan tidak dapat kita pungkiri, di Negara kita saja kadang dapat kita jumpai klinik-klinik yang membuka praktik aborsi meskipun hal itu dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, apalagi dikota besar seperti Jakarta. Kadang mendengar orang yang hamil diluar pernikahan dinegara kita saja sudah seringkali kita dengar, apalagi dinegara-negara sekuler seperti Amerika?
7. Sungguh kasihan Taliqan (Sebuah wilayah di Afghanistan) yang Malang, di Sana terdapat Harta Kekayaan Alloh, namun Bukanlah Emas dan Perak, melainkan terdiri dari orang-orang yang menyadari Alloh sebagaimana Seharusnya (Al-Mutaqqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-mahdi Akhir al-zaman, p. 59)
Terdapat isyarat dalam hadits tersebut bahwa Afghanistan akan diduduki pada akhir zaman. Invasi Rusia ke Afghanistan terjadi pada tahun 1979 atau tahun 1400 berdasarkan kalender Hijriah. Dengan kata lain, hal ini bertepatan dengan permulaan abad ke 14 menurut kalender hijriah.
8. Ia (Sungai Eufrat) akan menyingkap sebuah gunung emas (dibawahnya). Tidak lama lagi, Sungai Eufrat akan Membukakan Perbendaharaan (gunung) Emas. Maka, siapa pun yang hidup pada masa itu, jangan mengambil apa pun darinya (Hadits Shahih Riwayat Bukhari, Vol. 9, Book 88, No. 235)
Beberapa tahun yang lalu terjadi ketegangan antara beberapa Negara yang terdapat di seputar aliran sungai eufrat. Ketegangan di Syiria dan Irak meningkat berkenaan dengan aliran air dari eufrat yang akan dihentikan sehingga dampaknya kan menjadi krisis air di Negara-negara yang bertetanggga. Berkat adanya bendungan baru, wilayah ini menjadi “berharga berkat kandungan emasnya” karena kini dapat menghasilkan. Saat ini kesuburan tanahnya meningkat karena airnya dapat digunakan untuk irigasi. Dari segi komunikasi pun menjadi lebih mudah. Sehingga banyak orang yang mengatakan bahwa sungai eufrat mengalir kekayaan yang sangat berharga seperti emas.
9. Pembangunan Kembali Tempat-tempat yang telah hancur di Bumi, dan penghancuran tempat-Tempat yang Telah dibangun merupakan tanda dan Isyarat Hari Kiamat (Ismail Mutlu, Kiyamet Alametleri, (Signs of the Last day), Mutlu Publications, Istanbul, 1999)
Di berbagai belahan dunia banyak sekali terjadi peremajaan dan pembangunan kembali gedung-gedung dari sisi-sisa peninggalan sejarah yang telah hancur. Berbagai alasan dan tujuan yang disetujui menjadikan telaksananya pembangunan kembali gedung-gedung tersebut. Salah satu contohnya yaitu pembangunan kembali Reichstag (Gedung Parlemen Jerman) setelah kehancurannya pada tahun 1945. Pada tahun 1999 semua orang dapat melihatnya seperti sedia kala setelah pembangunan kembali dan dikembalikan kepada bentuk awalnya.
10. Tidak Akan Terjadi Kiamat Sebelum Datangnya Mahdi. Ada Dua Tanda Kedatangan Mahdi yaitu Bulan Akan Mengalami Gerhana Pada Awal dari Malam-malam yang Ditentukan dan Matahari akan Mengalami Gerhana pada Pertengahan Hari-hari yang Ditentukan pada Bulan Ramadhan. Akan Terjadi Dua Gerhana Matahari Pada Bulan Ramadhan Sebelum Munculnya Mahdi (Ibn Hajar Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi’alamat al-Mahdi al-Muntazar, p. 47 & Imam Sarani, Olum-Kiyamet-Ahiret ve Ahir Zaman Alametleri, (Death, Judgment and Resurrection), Bedir Publications, Istanbul, p. 440)
Kesamaan yang muncul dari hadist di atas adalah: Akan terjadi gerhana bulan dan matahari selama bulan Ramadhan, antara keduanya terpisah 14-15 hari, dan gerhana-gerhana tersebut akan terulang dua kali. Sehubungan dengan perhitungan tersebut, telah terjadi gerhana bulan pada tahun 1981 (1401 Hijriah), pada hari ke-15 bulan Ramadhan dan gerhana matahari pada hari ke-29 dan gambarnya ditangkap oleh Majalah Sky Telescope edisi Juli 1999. Terjadi pula gerhana bulan “yang kedua” pada tahun 1982 (1402 Hijriah) pada hari ke-14 bulan Ramadhan dan gerhana matahari pada hari ke-28. Hal yang juga sangat penting adalah pada peristiwa tersebut, terjadi gerhana total di pertengahan bulan Ramadhan; Perkataan Rasululloh yang sangat jelas terbukti.
11. Sebelum Kedatangan Mahdi, Sebuah Komet yang Menyebarkan Cahaya Akan Datang dari Timur. Kelahiran dari Bintang itu akan Mengikuti Gerhana Matahari dan Bulan. Bintang Berekor Akan Lahir dari Timur dan Menyebarkan Cahayanya. Arah datangnya dari Timur menuju Barat (Ibn Hajar Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi’alamat al-Mahdi al-Muntazar, p. 54 & Al-Mutaqqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-mahdi Akhir al-zaman, p. 32 & Imam Rabani, Mektubat Rabbani, (Maktubat Imam Rabbani) Translated by Abdulkadir Akcicek, Istanbul, 2/1170)
Pada tahun 1989 (1406 Hijriah), dengan kata lain pada permulaan abad ke -14, Komet Halley melewati bumi. Komet itu sangat terang dan datang dari Timur menuju Barat. Hal itu terjadi setelah terjadinya gerhana bulan dan matahari tahun 1981 dan 1982 (1401 dan 1402 Hijriah)
12. Orang-orang Akan Pergi Haji tanpa Imam di Depan Mereka. Ketika Mereka Menuju Mina, Kaum-kaum Akan Menjadi Ganas satu sama lain Layaknya Anjing-anjing dan akan Terjadi Perang yang Hebat Sehingga Kaki Akan Terbenam dalam Sebuah Danau Darah (Al-Mutaqqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-mahdi Akhir al-zaman, p. 35)
Pada tahun 1979 terjadi pembunuhan massal dalam sebuah serangan di Ka’bah saat Ibadah haji, seperti yang telah dinyatakan dalam sebuah hadits. Serangan berdarah itu terjadi pada 1 Muharram 1400 Hijriah (21 November 1979), dengan kata lain bahwa hari pertama tahun 1400 Hijriah adalah awal periode ketika tanda-tanda kiamat mulai terjadi satu per satu.
13. Api Akan Tampak di Langit dari Timur dan Warna Kemerahannya Akan Menyelimuti Langit Selama Tiga hingga Tujuh hari Berturut-turut. Api Akan Menyelubungi Engkau. Api tersebut Akhirnya Padam di Lembah Bernama Berehut. Orang-orang Akan Terselubung Dalam Api itu dengan Perasaan Takut yang Amat Sangat. Api itu akan Membakar dan Menghancurkan Manusia dan Harta bendanya. Selama Delapan hari, Api itu Akan Melingkupi Dunia Layaknya Angin dan Awan. Malam Akan lebih panas daripada Siang. Api itu Akan Membentang dari Kepala Manusia hingga Langit Tertinggi dan Akan Terjadi Suara yang Amat Ribut Layaknya Guntur antara Bumi dan Langit (Ismail Mutlu, Kiyamet Alametleri, (Signs of the Last day), Mutlu Publications, Istanbul, 1999 s. 166 & Imam Sarani, Olum-Kiyamet-Ahiret ve Ahir Zaman Alametleri, (Death, Judgment and Resurrection), Bedir Publications, Istanbul, p. 461)
Pada bulan Juni 1991, Irak menginvasi Kuwait dan mengakibatkan terjadinya kebakaran minyak yang menyelimuti Kuwait. Teluk Persia pun diliputi oleh kobaran api. Kebakaran minyak yang terjadi di Kuwait menyebabkan kematian banyak manusia dan hewan. Menurut para ahli, 1/2 juta ton minyak menjadi asap yang naik ke atmosfir. Setiap hari, lebih dari 10.000 ton jelaga, sulfur, karbondiaoksida, dan sejumlah besar hidrokarbon dengan sifat karsinogenik (penyebab kanker) menutup seluruh permukaan Teluk. Tidak hanya teluk saja, tapi juga dunia sendiri terbakar. (Necati Ozfatura, Kurtlar Sofrainda Ortadoru, Adim Publications, 1983, p. 175). Dua sumur yang terbakar memproduksi minyak sebanyak yang diproduksi Turki dalam satu hari, dan asapnya dapat dilihat dari Arab Saudi yang 55 kilometer jauhnya. (Hurriyet Newspaper, 23 january 1991). Kelanjutan berita tentang bencana di Teluk: Ratusan sumur minyak yang terbakar di Kuwait masih berkobar dengan dahsyatnya. Para ahli mengatakan bahwa “luar biasa sukar untuk memadamkan api” dan dinyatakan bahwa kebakaran itu akan mempengaruhi wilayah yang luas dari Turki hingga India selama 10 tahun berikutnya. Api dan asap yang berasal dari sumur-sumur itu akan terus menerus menjadi polusi bagi atmosfir. Siang hari akan menyerupai malam hari di Kuwait. Api kecoklatan yang menguap bersamaan dengan api mengingatkan langit yang berubah dari musim gugur menjadi musim dingin. Kuwait akan mengalami kondisi normal sedikitnya selama seabad lagi. Asap yang menguap bersamaan dengan api dapat terlihat jelas dari jarak yang sangat jauh; benar-benar menutup langit dan membuat kondisi Negara menjadi tidak sehat untuk dijadikan tempat tinggal. Kemakmuran pun meninggalkan Kuwait (Necati Ozfatura, Kurtlar Sofrainda Ortadoru, Adim Publications, 1983, p. 175)
14. Ia (Mahdi) Tidak Akan Datang Hingga Adanya Tanda Dari Matahari (Ibn Hajar Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi’alamat al-Mahdi al-Muntazar, p. 47)
Gerhana matahari yang terjadi pada 11 Agustus 1999 adalah yang paling akhir pada abad itu. Selama terjadinya gerhana ini – hal yang sama hanya terjadi 400 tahun; matahari, bulan, dan bumi berada dalam satu garis. Inilah pertama kalinya begitu banyak orang dapat melihat dan mempelajari sebuah gerhana dalam waktu yang sangat lama. Menurut Harun Yahya, Isyarat dari matahari yang dimaksud dapat berupa ledakan dahsyat yang terjadi pada abad ke-20 dilihat dari gambar matahari yang diambil pada tahun 2000 dan dibandingkan dengan gambar matahari yang diambil pada tahun 1996, terlihat perbedaannya setelah ledakan yang terjadi ditahun 2000.
15. Sebelum Hari Kiamat Itu Tiba, Akan Terjadi Bencana Yang Penuh Debu dan Asap Seperti Malam Gelap… (Hadits Riwayat Sunan Abu Dawud)
Kata ‘bencana (fitnah)” menunjukkan sesuatu yang menutup pikiran dan hati manusia dari keadilan dan kebenaran. Ini juga berarti perang, kebiadaban, kebingungan, konflik, dan perselisihan. “bencana” dalam hadits akan meninggalkan asap dan debu di belakangnya, begitu yang kita pahami. Lebih jauh lagi, cara bencana ini digambarkan sebagai “kegelapan” dalam hadits dapat dipahami sebagai suatu isyarat yang asal-usulnya tidak jelas, tidak diharapkan. Jika dipandang dari segi ini, Menurut Harun Yahya hadist tersebut bisa jadi mengacu pada serangan teroris terdahsyat di dunia, yakni di kota New York dan Washington, Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001.
16. Penduduk Mesir dan Syam (Damaskus) Akan Membunuh Penguasa Mereka dan Para Komandannya… Penduduk Syam Akan Menawan Bangsa Mesir (Ibn Hajar Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi’alamat al-Mahdi al-Muntazar, p. 49)
Anwar Sadat, yang berkauasa di Mesir tahun 1970 dan tetap berkuasa selama 11 tahun, dibunuh oleh lawan politiknya pada sebuah parade militer tahun 1981 yang kemudian digantikan oleh wakil presidennya Hosni Mubarak yang juga beberapa bulan yang lalu benar-benar dikecam dan dipaksa mundur oleh masyarakat Mesir. Pemimpin Mesir yang lain yang dibunuh, termasuk Perdana Menteri Boutros Ghali yang terbunuh pada tahun 1910 dan Perdana Menteri Mahmoud Nukrashy Pasha yang terbunuh tahun 1984.
Banyak pemimpin yang telah dibunuh di wilayah Syam (Suriah, Yordania, Libanon, dan Palestina), mereka antara lain adalah Mantan Perdana Menteri Suriah, Saleh al-Deen Beetar yang dibunuh pada tahun 1980; Perdana Menteri Syria, Muhsin al-Barazi yang terbunuh pada tahun 1949; Raja Abdullah dari Yordania dibunuh pada tahun 1851; dan pemimpin Phalangis Libanon, Bashir Gemayel yang dibunuh dalam serangan bom pada tahun 1982.
Saat ini, Israel adalah negara yang berada di kawasan itu. Itulah sebabnya hadits menyatakan adanya perang antara Negara Israel dan Mesir dan terjadinya invasi pada wilayah kedaulatan Mesir. Pada tanggal 26 Oktober 1956, Israel menyerang Mesir dan Berhasil menduduki Semenanjung Sinai. Pertempuran itu berakhir singkat dan sesudah itu diikuti dengan intervensi oleh Amerika Serikat dan tentara perdamaian PBB ditempatkan di sepanjang tepi Israel. Perang 6 hari pada tahun 1967 merupakan perang lain antara Israel dan Mesir. Pada akhir perang, Israel menguasai seluruh Jalur Gaza dan Semenanjung Sinai, Tepi Barat di Sungai Yordan, Kota Al Quds (Yerusalem), dan Dataran Tinggi Golan.
Itulah kebenaran hadits-hadits yang dinyatakan oleh Rasululloh dalam beberapa riwayat yang kita telaah kembali dengan kejadian-kejadian di dunia yang telah menimpa kita. Semua itu pada prinsipnya telah Alloh SWT nyatakan dalam Al-Qur’an yang berbunyi “Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepada kamu (Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam…” (Ali Imran ayat 44). Wallohu ‘alam bi sawab.. –semoga bermanfaat-

Berbagi Suami

Catatan kecil ini berawal dari kekagetanku mendengar seorang teman yang ternyata menikah diam2 dengan seorang pria beristri.
Jadilah temanku ini seorang istri kedua yang harus rela berbagi suami dengan wanita lain.
Wow... awalnya aku speechless bingung mau komentar apa but later aku kagum dan salut atas pilihan yang sudah diambilnya...
Aku jadi ingin mencari tahu apa sebenarnya hukum berpoligami menurut Islam which is my religion.
I've been told that "poligami itu sunnah" karena juga dilakukan oleh Nabi Muhammad S.A.W, but is it really that way???
UNGKAPAN "poligami itu sunah" sering digunakan sebagai pembenaran poligami. Namun, berlindung pada pernyataan itu, sebenarnya bentuk lain dari pengalihan tanggung jawab atas tuntutan untuk berlaku adil karena pada kenyataannya, sebagaimana ditegaskan Al Quran, berlaku adil sangat sulit dilakukan (An-Nisa: 129).
DALIL "poligami adalah sunah" biasanya diajukan karena sandaran kepada teks ayat Al Quran (QS An-Nisa, 4: 2-3) lebih mudah dipatahkan. Satu-satunya ayat yang berbicara tentang poligami sebenarnya tidak mengungkapkan hal itu pada konteks memotivasi, apalagi mengapresiasi poligami. Ayat ini meletakkan poligami pada konteks perlindungan terhadap yatim piatu dan janda korban perang.
Dari kedua ayat itu, beberapa ulama kontemporer, seperti Syekh Muhammad Abduh, Syekh Rashid Ridha, dan Syekh Muhammad al-Madan-ketiganya ulama terkemuka Azhar Mesir-lebih memilih memperketat.
Lebih jauh Abduh menyatakan, poligami adalah penyimpangan dari relasi perkawinan yang wajar dan hanya dibenarkan secara syar'i dalam keadaan darurat sosial, seperti perang, dengan syarat tidak menimbulkan kerusakan dan kezaliman (Tafsir al-Manar, 4/287).
Anehnya, ayat tersebut bagi kalangan yang propoligami dipelintir menjadi "hak penuh" laki-laki untuk berpoligami. Dalih mereka, perbuatan itu untuk mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW. Menjadi menggelikan ketika praktik poligami bahkan dipakai sebagai tolok ukur keislaman seseorang: semakin
aktif berpoligami dianggap semakin baik poisisi keagamaannya. Atau, semakin bersabar seorang istri menerima permaduan, semakin baik kualitas imannya. Slogan-slogan yang sering dimunculkan misalnya, "poligami membawa berkah", atau "poligami itu indah", dan yang lebih populer adalah "poligami itu
sunah".
Dalam definisi fikih, sunah berarti tindakan yang baik untuk dilakukan. Umumnya mengacu kepada perilaku Nabi. Namun, amalan poligami, yang dinisbatkan kepada Nabi, ini jelas sangat distorsif. Alasannya, jika memang dianggap sunah, mengapa Nabi tidak melakukannya sejak pertama kali kerumah tangga?
Nyatanya, sepanjang hayatnya, Nabi lebih lama bermonogami daripada berpoligami. Bayangkan, monogami dilakukan Nabi di tengah masyarakat yang menganggap poligami adalah lumrah. Rumah tangga Nabi SAW bersama istri tunggalnya, Khadijah binti Khuwalid RA, berlangsung selama 28 tahun. Baru kemudian, dua tahun sepeninggal Khadijah, Nabi berpoligami. Itu pun dijalani hanya sekitar delapan tahun dari sisa hidup beliau. Dari kalkulasi ini, sebenarnya tidak beralasan pernyataan "poligami itu sunah".
Sunah, seperti yang didefinisikan Imam Syafi'i (w. 204 H), adalah penerapan Nabi SAW terhadap wahyu yang diturunkan. Pada kasus poligami Nabi sedang mengejawantahkan Ayat An-Nisa 2-3 mengenai perlindungan terhadap janda mati dan anak-anak yatim. Dengan menelusuri kitab Jami' al-Ushul (kompilasi dari enam kitab hadis ternama) karya Imam Ibn al-Atsir (544-606H), kita dapat
menemukan bukti bahwa poligami Nabi adalah media untuk menyelesaikan persoalan sosial saat itu, ketika lembaga sosial yang ada belum cukup kukuh untuk solusi.
Bukti bahwa perkawinan Nabi untuk penyelesaian problem sosial bisa dilihat pada teks-teks hadis yang membicarakan perkawinan-perkawinan Nabi. Kebanyakan dari mereka adalah janda mati, kecuali Aisyah binti Abu Bakr RA.
Selain itu, sebagai rekaman sejarah jurisprudensi Islam, ungkapan "poligami itu sunah" juga merupakan reduksi yang sangat besar. Nikah saja, menurut fikih, memiliki berbagai predikat hukum, tergantung kondisi calon suami, calon istri, atau kondisi masyarakatnya. Nikah bisa wajib, sunah, mubah (boleh), atau sekadar diizinkan. Bahkan, Imam al-Alusi dalam tafsirnya, Rûh al-Ma'âni, menyatakan, nikah bisa diharamkan ketika calon suami tahu dirinya tidak akan bisa memenuhi hak-hak istri, apalagi sampai menyakiti dan mencelakakannya. Demikian halnya dengan poligami. Karena itu, Muhammad Abduh dengan melihat kondisi Mesir saat itu, lebih memilih mengharamkan
poligami.
Nabi dan larangan poligami
Dalam kitab Ibn al-Atsir, poligami yang dilakukan Nabi adalah upaya transformasi sosial (lihat pada Jâmi' al-Ushûl, juz XII, 108-179). Mekanisme poligami yang diterapkan Nabi merupakan strategi untuk meningkatkan kedudukan perempuan dalam tradisi feodal Arab pada abad ke-7 Masehi. Saat itu, nilai sosial seorang perempuan dan janda sedemikian rendah sehingga seorang laki-laki dapat beristri sebanyak mereka suka.
Sebaliknya, yang dilakukan Nabi adalah membatasi praktik poligami, mengkritik perilaku sewenang-wenang, dan menegaskan keharusan berlaku adil dalam berpoligami.
Ketika Nabi melihat sebagian sahabat telah mengawini delapan sampai sepuluh perempuan, mereka diminta menceraikan dan menyisakan hanya empat. Itulah yang dilakukan Nabi kepada Ghilan bin Salamah ats-Tsaqafi RA, Wahb al-Asadi, dan Qais bin al-Harits. Dan, inilah pernyataan eksplisit dalam pembatasan terhadap kebiasan poligami yang awalnya tanpa batas sama sekali.
Pada banyak kesempatan, Nabi justru lebih banyak menekankan prinsip keadilan berpoligami. Dalam sebuah ungkapan dinyatakan: "Barang siapa yang mengawini dua perempuan, sedangkan ia tidak bisa berbuat adil kepada keduanya, pada hari akhirat nanti separuh tubuhnya akan lepas dan terputus" (Jâmi' al-Ushûl, juz XII, 168, nomor hadis: 9049). Bahkan, dalam berbagai kesempatan, Nabi SAW menekankan pentingnya bersikap sabar dan menjaga perasaan istri.
Teks-teks hadis poligami sebenarnya mengarah kepada kritik, pelurusan, dan pengembalian pada prinsip keadilan. Dari sudut ini, pernyataan "poligami itu sunah" sangat bertentangan dengan apa yang disampaikan Nabi. Apalagi dengan melihat pernyataan dan sikap Nabi yang sangat tegas menolak poligami Ali bin Abi Thalib RA. Anehnya, teks hadis ini jarang dimunculkan kalangan propoligami. Padahal, teks ini diriwayatkan para ulama hadis terkemuka: Bukhari, Muslim, Turmudzi, dan Ibn Majah.
Nabi SAW marah besar ketika mendengar putri beliau, Fathimah binti Muhammad SAW, akan dipoligami Ali bin Abi Thalib RA. Ketika mendengar rencana itu, Nabi pun langsung masuk ke masjid dan naik mimbar, lalu berseru: "Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang
mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga." (Jâmi' al-Ushûl, juz XII, 162, nomor hadis: 9026).
Sama dengan Nabi yang berbicara tentang Fathimah, hampir setiap orangtua tidak akan rela jika putrinya dimadu. Seperti dikatakan Nabi, poligami akan menyakiti hati perempuan, dan juga menyakiti hati orangtuanya.
Jika pernyataan Nabi ini dijadikan dasar, maka bisa dipastikan yang sunah justru adalah tidak mempraktikkan poligami karena itu yang tidak dikehendaki Nabi. Dan, Ali bin Abi Thalib RA sendiri tetap bermonogami sampai Fathimah RA wafat.

Poligami tak butuh dukungan teks
Sebenarnya, praktik poligami bukanlah persoalan teks, berkah, apalagi sunah, melainkan persoalan budaya. Dalam pemahaman budaya, praktik poligami dapat dilihat dari tingkatan sosial yang berbeda.
Bagi kalangan miskin atau petani dalam tradisi agraris, poligami dianggap sebagai strategi pertahanan hidup untuk penghematan pengelolaan sumber daya. Tanpa susah payah, lewat poligami akan diperoleh tenaga kerja ganda tanpa upah. Kultur ini dibawa migrasi ke kota meskipun stuktur masyarakat telah berubah. Sementara untuk kalangan priayi, poligami tak lain dari bentuk pembendamatian perempuan. Ia disepadankan dengan harta dan takhta yang berguna untuk mendukung penyempurnaan derajat sosial lelaki.
Dari cara pandang budaya memang menjadi jelas bahwa poligami merupakan proses dehumanisasi perempuan. Mengambil pandangan ahli pendidikan Freire, dehumanisasi dalam konteks poligami terlihat mana kala perempuan yang dipoligami mengalami self-depreciation. Mereka membenarkan, bahkan bersetuju dengan tindakan poligami meskipun mengalami penderitaan lahir batin luar biasa. Tak sedikit di antara mereka yang menganggap penderitaan itu adalah pengorbanan yang sudah sepatutnya dijalani, atau poligami itu terjadi karena kesalahannya sendiri.
Dalam kerangka demografi, para pelaku poligami kerap mengemukakan argumen statistik. Bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah kerja bakti untuk menutupi kesenjangan jumlah penduduk yang tidak seimbang antara lelaki dan perempuan. Tentu saja argumen ini malah menjadi bahan tertawaan. Sebab, secara statistik, meskipun jumlah perempuan sedikit lebih tinggi, namun itu hanya terjadi pada usia di atas 65 tahun atau di bawah 20 tahun. Bahkan, di dalam kelompok umur 25-29 tahun, 30-34 tahun, dan 45-49 tahun jumlah lelaki lebih tinggi (Sensus DKI dan Nasional tahun 2000).
Namun, jika argumen agama akan digunakan, maka sebagaimana prinsip yang dikandung dari teks-teks keagamaan itu, dasar poligami seharusnya dilihat sebagai jalan darurat. Dalam kaidah fikih, kedaruratan memang diperkenankan. Ini sama halnya dengan memakan bangkai; suatu tindakan yang dibenarkan manakala tidak ada yang lain yang bisa dimakan kecuali bangkai.
Dalam karakter fikih Islam, sebenarnya pilihan monogami atau poligami dianggap persoalan parsial. Predikat hukumnya akan mengikuti kondisi ruang dan waktu. Perilaku Nabi sendiri menunjukkan betapa persoalan ini bisa berbeda dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lain. Karena itu, pilihan
monogami-poligami bukanlah sesuatu yang prinsip. Yang prinsip adalah keharusan untuk selalu merujuk pada prinsip-prinsip dasar syariah, yaitu keadilan, membawa kemaslahatan dan tidak mendatangkan mudarat atau kerusakan (mafsadah).
Dan, manakala diterapkan, maka untuk mengidentifikasi nilai-nilai prinsipal dalam kaitannya dengan praktik poligami ini, semestinya perempuan diletakkan sebagai subyek penentu keadilan. Ini prinsip karena merekalah yang secara langsung menerima akibat poligami. Dan, untuk pengujian
nilai-nilai ini haruslah dilakukan secara empiris, interdisipliner, dan obyektif dengan melihat efek poligami dalam realitas sosial masyarakat.
Dan, ketika ukuran itu diterapkan, sebagaimaan disaksikan Muhammad Abduh, ternyata yang terjadi lebih banyak menghasilkan keburukan daripada kebaikan. Karena itulah Abduh kemudian meminta pelarangan poligami.
Dalam konteks ini, Abduh menyitir teks hadis Nabi SAW: "Tidak dibenarkan segala bentuk kerusakan (dharar) terhadap diri atau orang lain." (Jâmi'a al-Ushûl, VII, 412, nomor hadis: 4926). Ungkapan ini tentu lebih prinsip dari pernyataan "poligami itu sunah".
Catatan ini tidak bermaksud untuk men-judge pelaku poligami adalah salah karena semua sangat bergantung pada motif masing2 individu tersebut untuk melakukannya. Toh, Agama Islam tidak melarangnya bahkan menganjurkan daripada terjadi perbuatan dosa (zina).
Yang perlu dipertanyakan adalah bisakah seorang lelaki berlaku adil pada istri2nya?
Because my answer would be NO... makanya aku akan pilih untuk ber-monogami saja :)

Tahukah Anda, Suku Indian Cherokee dahulu adalah Muslim?

Benarkah?
Ya benar sekali, dalam sejarah yang tidak terungkap dan tidak pernah terungkap dan hanya diungkap di kalangan akedemisi yang berhubungan dengan sejarah, tercatat bahwa suku indian Cherokee mayoritas beragama muslim. Sebagai bukti bahwa hal itu memang benar, kalau ada rejeki dan kesempatan bisa berkunjung ke perpustakaan kongres amerika (Library of Congress) silahkan minta untuk ditunjukkan arsip perjanjian antara pemerintah AS dan orang-orang indian suku Cherokee pada tahun 1787.
Disana akan terlihat tanda tangan kepala suku Cherokee saat itu dengan nama Abdel-Khak and Muhammad Ibn Abdullah
Subhanalloh….Kok bisa?
Sejarahnya panjang,
Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.
Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.
Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).
Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 – 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi. Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 – 912), Khashkhash Ibn
Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.
Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.
Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.
Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).
Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada bulan Mei 999.
Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307) raja keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.
Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama. Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu.
Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.
Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.
Bicara tentang Cherokee tentu saja tidak bisa lepas dari Sequoyah (portait kiri atas). Seorang asli suku Cherokee yang menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara barangkali, bila kita mengenalnya dengan abjad A sampai Z maka suku Cherokee memiliki cara sendiri untuk aksara-nya. Yang membuatnya sangat luar biasa adalah ternyata aksara yang ditemukan kembali oleh Sequoyah mirip sekali dengan aksara Arab (lihat gambar kanan). Beberapa tulisan cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada bahkan sangat mirip dengan tulisan “Muhammad” dalam bahasa Arab.
Bukti lainnya adalah, Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia faham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika. Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa menikahi orang-orang pribumi.
Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.
Dan tahukah anda, 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER,JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]
Dan mengapa hanya Columbus saja yang sampai saat ini dikenal sebagai penemu benua amerika? Karena saat terjadi pengusiran kaum yahudi dari spanyol sebanyak 300.000 orang yahudi oleh raja Ferdinand yang Kristen, kemudian orang-orang yahudi menggalang dana untuk pelayaran Columbus dan berita ‘penemuan benua Amerika’ dikirim pertama kali oleh Christopher Columbus kepada kawan-kawannya orang Yahudi di Spanyol. Pelayaran Columbus ini nampaknya haus publikasi dan diperlukan untuk menciptakan legenda sesuai dengan ‘pesan sponsor’ Yahudi sang penyandang dana. Kisah selanjutnya kita tahu bahwa media massa dan publikasi dikuasai oleh orang-orang Yahudi yang bahkan dibenci oleh orang-orang seperti Henry Ford si raja mobil Amerika itu. Maka tampak ada ketidak-jujuran dalam menuliskan fakta sejarah tentang penemuan benua Amerika. Penyelewengan sejarah oleh orang-orang Yahudi yang terjadi sejak pertama kali mereka bersama-sama orang Eropa menjejakkan kaki ke benua Amerika.
Dan tahukah anda, sebenarnya laksamana Zheng He atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama laksamana Cheng Ho adalah penemu benua amerika pertama, sekitar 70 tahun sebelum Columbus.
Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di daratan Amerika, Laksamana Zheng He sudah lebih dulu datang ke sana. Para peserta seminar yang diselenggarakan oleh Royal Geographical Society di London beberapa waktu lalu dibuat terperangah. Adalah seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin Menzies dengan paparannya dan lantas mendapat perhatian besar.
Tampil penuh percaya diri, Menzies menjelaskan teorinya tentang pelayaran terkenal dari pelaut mahsyur asal Cina, Laksamana Zheng He (kita mengenalnya dengan Ceng Ho-red). Bersama bukti-bukti yang ditemukan dari catatan sejarah, dia lantas berkesimpulan bahwa pelaut serta navigator ulung dari masa dinasti Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya Columbus.
Bahkan menurutnya, Zheng He ‘mengalahkan’ Columbus dengan rentang waktu sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kehebohan lantaran masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus-lah si penemu benua Amerika pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah. Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulai ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Zheng He yang dosodorkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi sangat yakin setelah meneliti akurasi benda-benda bersejarah itu.
”Laksana inilah yang semestinya dianugerahi gelar sebagai penemu pertama benua Amerika,” ujarnya. Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun. Ini termasuk penelitian peta-peta kuno, bukti artefak dan juga pengembangan dari teknologi astronomi modern seperti melalui program software Starry Night.
Dari bukti-bukti kunci yang bisa mengubah alur sejarah ini, Menzies mengatakan bahwa sebagian besar peta maupun tulisan navigasi Cina kuno bersumber pada masa pelayaran Laksamana Zheng He. Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Sebelumnya armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika Selatan.
Uraian astronomi pelayaran Zheng He kira-kira menyebut, pada larut malam saat terlihat bintang selatan sekitar tanggal 18 Maret 1421, lokasi berada di ujung selatan Amerika Selatan. Hal tersebut kemudian direkonstruksi ulang menggunakan software Starry Night dengan membandingkan peta pelayaran Zheng He.
“Saya memprogram Starry Night hingga masa di tahun 1421 serta bagian dunia yang diperkirakan pernah dilayari ekspedisi tersebut,” ungkap Menzies yang juga ahli navigasi dan mantan komandan kapal selam angkatan laut Inggris ini.
Dari sini, dia akhirnya menemukan dua lokasi berbeda dari pelayaran ini berkat catatan astronomi (bintang) ekspedisi Zheng He.
Lantas terjadi pergerakan pada bintang-bintang ini, sesuai perputaran serta orientasi bumi di angkasa. Akibat perputaran bumi yang kurang sempurna membuat sumbu bumi seolah mengukir lingkaran di angkasa setiap 26 ribu tahun. Fenomena ini, yang disebut presisi, berarti tiap titik kutub membidik bintang berbeda selama waktu berjalan. Menzies menggunakan software untuk merekonstruksi posisi bintang-bintang seperti pada masa tahun 1421.
“Kita sudah memiliki peta bintang Cina kuno namun masih membutuhkan penanggalan petanya,” kata Menzies.
Saat sedang bingung memikirkan masalah ini, tiba-tiba ditemukanlah pemecahannya. “Dengan kemujuran luar biasa, salah satu dari tujuan yang mereka lalui, yakni antara Sumatra dan Dondra Head, Srilanka, mengarah ke barat.”
Bagian dari pelayaran tersebut rupanya sangat dekat dengan garis katulistiwa di Samudera Hindia. Adapun Polaris, sang bintang utara, dan bintang selatan Canopus, yang dekat dengan lintang kutub selatan, tercantum dalam peta. “Dari situ, kita berhasil menentukan arah dan letak Polaris. Sehingga selanjutnya kita bisa memastikan masa dari peta itu yakni tahun 1421, plus dan minus 30 tahun.”
Atas temuan tersebut, Phillip Sadler, pakar navigasi dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, mengatakan perkiraan dengan menggunakan peta kuno berdasarkan posisi bintang amatlah dimungkinkan. Dia juga sepakat bahwa estimasi waktu 30 tahun, seperti dalam pandangan Menzies, juga masuk akal.
Selama ini, masyarakat dunia mengetahui kiprah Zheng He sebagai penjelajah ulung. Dia terlahir di Kunyang, kota yang berada di sebelah barat daya Propinsi Yunan, pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah bagian dari warga minoritas Semur. Mereka berasal dari kawasan Asia Tengah serta menganut agama Islam. Ayah dan kakek Zheng He diketahui pernah mengadakan perjalanan haji ke Tanah Suci Makkah. Sementara Zheng He sendiri tumbuh besar dengan banyak mengadakan perjalanan ke sejumlah wilayah. Ia adalah Muslim yang taat.
Yunan adalah salah satu wilayah terakhir pertahanan bangsa Mongol, yang sudah ada jauh sebelum masa dinasti Ming. Pada saat pasukan Ming menguasai Yunan tahun 1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke Nanjing. Ketika itu dia masih berusia 11 tahun. Zheng He pun dijadikan sebagai pelayan putra mahkota yang nantinya menjadi kaisar bernama Yong Le. Nah kaisar inilah yang memberi nama Zheng He hingga akhirnya dia menjadi salah satu panglima laut paling termashyur di dunia.(Early Tokyo/sbl)
[Sumber : Milis_Iqra@googlegroups.com]

Kisah Seorang Cina Campuran

I al san se u liu ci pa ciu se. I al san se u !iu ci pa ciu se. I al(1)
Aku terus mengulangi kata-kata itu dalam hatiku untuk mengusir rasa tegang sekaligus rasa bosan. Tegang karena aku harus interview kerja. Bosan karena menunggu giliran interview yang sudah molor dari jadwal. Tahu begini aku datangnya telat sekalian jadi tidak perlu menunggu lama begini.
Entah sejak kapan aku terbiasa untuk mengulangi deret hitung sederhana itu di kepalaku. Mungkin sejak aku tahu kalau aku bukan termasuk golongan orang Cina asli. Atau mungkin karena hanya deret hitung itu saja yang aku kuasai dari sekian banyak kosa kata bahasa Mandarin yang jumlahnya ribuan itu. Entah mana yang betul. Tapi untuk apa memperdebatkan sebabnya, bukankah lebih penting sekarang menatap ke depan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi sang interviewer.

‘Silakan duduk.’
‘Terima kasih, pak.’ Kataku sambil mengambil tempat di depan sang interviewer.
Sang interviewer membolak-balik beberapa dokumen yang ada di mejanya. Akhirnya dia menemukan juga berkasku di antara setumpkan berkas pelamar lainnya.
‘Nama Anda Andy Setiawan?’
‘Benar, pak.’
‘Hmmm.’
‘Anda melamar untuk posisi manager di perusahaan kami, boleh saya tahu apa saja rencana kerja Anda seandainya Anda diterima di perusahaan kami?’
‘Pertama-tama tentu saja saya akan mempelajari kebijakan peusahaan dan mengevaluasi kebijakan yang ada dan melakukan perombakan di bidang-bidang yang saya anggap kurang efisien.’
‘Bisa lebih spesifik?’ Cecar sang interviewer.
‘Misalnya, pak, untuk sistem shift…’
‘Pak Andy silakan masuk.’
Suara lembut sang sekertaris itu membuat Andy terbangun dari lamunannya.
‘Silakan, pak. Pak direktur sudah menunggu Anda.’ kata sang sekertaris itu lagi sambil tangannya menunjuk ke arah pintu jati yang tertutup rapat.
‘Balk. Terima kasih.’
Andy bangun dari duduknya. Melihat jam tangannya sekilas. Setengah jam lebih dia menunggu giliran untuk interview ini. Harus diterima. Batinnya.
Tarik napas panjang. Periksa pakaian. Rapih. Bagus. Map berisi berkas lamaran. Slap. Ok. Saatnya maju. Dengan langkah tegang Andy berjalan menuju pintu kayu jati itu dan mengetuk.
‘Masuk.’ Terdengar jawaban dari dalam.
Andy mendorong pintu kayu jati itu hingga terbuka dan masuk. Tidak seperti yang sering dilihat Andy di sinetron-sinetron kantor direktur itu tidak mewah. Tidak ada rak buku yang berisi ensiklopedia dari berbagai edisi dan bahasa. Tidak ada kulkas kecil di ujung ruangan. Tidak ada lukisan karya pelukis terkenal di dinding.
Yang ada di ruangan itu hanya sebuah meja yang dipenuhi tumpukan berkas sehingga menutupi telepon. Di balik meja duduk dua orang pria berjas. Keduanya hampir serupa. Kulit putih, berkacamata, mata sipit, hidung mancung, usia sekitar enam puluhan, rambut yang sudah putih agak botak di tengah sehingga memperlihatkan batok kepala yang licin.
Kedua pria itu adalah kakak beradik pemilik modal sekaligus pimpinan perusahaan tempat Andy melamar. Encek-encek(2).
Pikir Andy begitu melihat kedua pria itu.
‘Silakan duduk.’ Kata salah seorang dari kedua orang tua itu yang ternyata adalah sang kakak. Terima kasih.’ Kata Andy sambil mengambil tempat duduk di depan kedua orang tua itu.
‘Mau minum apa?’ Tanya sang adik.
Tidak terima kasih.’
Hening sejenak sementara sang kakak mengaduk-ngaduk berkas lamaran yang memenuhi meja di depannya sambil akhirnya dia menemukan berkas lamaran Andy.
Sementara itu Andy mengamati dengan seksama apa yang dilakukan pria tua itu. Tiba-tiba saja dia merasakan suatu sensasi perasaan aneh mengalir dalam dirinya. Deja vu. Tapi bagaimana mungkin dia belum pernah bertemu dengan kakak beradik pemilik perusahaan ini sebelumnya, dia juga belum pernah datang ke perusahaan ini sebelumnya. Dengan susah payah Andy berusaha mengingat dimana dan kapan dia pernah seperti pernah mengalami kejadian ini.
Akhirnya setelah berusaha dia bisa mengingat kejadian dan tempatnya.
Sebulan yang lalu aku disidang atau lebih tepatnya ditanyai oleh Om Halim - mantan calon mertuaku - kusebut mantan karena dia tidak menyetujui hubunganku dengan Aira - putri semata wayangnya.
Tempatku disidang persis seperti ini - di ruang kerjanya Om Halim. Seperti biasa Om Halim duduk di balik meja sambil merokok. Bajunya selalu rapih, setelan kemeja putih. Aku sudah berkeringat dingin duduk di depannya. Bayangan akan diinterogasi oleh calon mertua membuatku tegang. Rupanya Om Halim tahu kalau aku tegang makanya dia menawarkan rokoknya.
‘Makasih Om, saya tidak merokok.’ Tolakku sopan.
‘Bagus. Jangan. Memperpendek umur saja. Mau minum apa?’
‘Apa saja Om.’
‘Sebentar ya. Rud, Rud, bawain minum dua.’ Kata Om Halim pada pembantunya. ‘Jangan tegang gitu dong. Om kan nggak akan makan kamu. Om cuma mau ngobrol sama kamu.’ Kata Om Halim sambil tersenyum.
‘I…iya Om.’
‘Jadi, An, gimana kuliah kamu, udah selesai?’
‘Sebentar lagi Om, sekarang lagi skripsi.’
‘Nanti abis lulus kamu mau kerja di mana?’
‘Belum tau Om. Mungkin terusin usaha orang tua aja.’
‘Oh. Udah kerja aja sama om. Nanti om langsung promosiin kamu.’
‘Makasih Om.’
Diam sebentar.
‘An, jangan tersinggung ya. Kamu ini orang Cina kan?’
‘Iya Om.’ Aku tidak tersinggung dengan pertanyaan itu sudah beribu-ribu kali mungkin orang menanyakan pertanyaan itu padaku. Aku maklum kalau orang melihat penampilanku - rambut hitam, hidung mancung, tapi mata besar, kulit kecoklatan - pasti akan bertanya apakah aku orang Cina atau bukan.
‘Papa mama juga orang Cina?’ Cecar Om Halim lagi.
‘Iya.’
‘Asli?’ Tanya Om Halim lagi.
‘Mama totok. Papa orang Jawa asli.’
‘Begitu.’ Om Halim termenung sebentar. Sisa pembicaraan kami hari itu berkisar pada hal-hal umum seperti rencanaku setelah lulus kalau belum diterima kerja, kira-kira kapan menikah dengan Aira dan lain sebagainya.
Dan sekarang Andy merasakan perasaan yang sama seperti waktu itu. Tegang campur tidak perasaan tidak menentu.
Dengan hati-hati Andy menjawab semua pertanyaan yang diajukan dua kakak beradik itu. Dan sepertinya mereka berdua terlihat puas dengan jawaban Andy. Setidaknya hal itu yang Andy bisa tangkap dari raut wajah mereka dan hal itu sedikit melegakan hatinya.
‘Satu pertanyaan terakhir.’ Kata sang kakak. ‘Anda orang Cina kan?’
Deg. Andy tersentak. Apa hubungannya. Batin Andy.
‘Iya.’
‘She(3) apa?’ tanya sang adik.
Lo.’
‘Orang Ke ya?’
‘Iya.’
‘Ingat ya. Kamu itu she-nya Lo, orang Ke. Kalau ada orang yang tanya begitu jawabnya.’ Itulah pesan ibuku sewaktu aku masih kecil. Pesan itu selalu diulang sampai aku hafal tanpa aku pernah mengerti apa artinya.
Kedua kakak beradik itu saling berbisik dengan bahasa Cina. Tiba-tiba saja aku merasa tidak enak. Kenapa mereka harus berbahasa Cina di depanku? Apa mereka tahu kalau aku tidak bisa bahasa leluhurku itu? Atau apa mereka sedang membicarakan diriku?
Tiba-tiba sang kakak memandangku dan berbicara dengan bahasa Cina yang tidak kumengerti. Aku bengong. Tidak tahu harus menjawab apa.
‘Maaf.’ Katanya.
Aku yang harusnya minta maaf. Mengaku orang Cina tapi tidak bahasa Cina. Bahasa Cina yang kukuasai hanya hitungan satu sampai sepuluh, ni hao ma(4) ,Wo ai ni(5) mi yo cien(6) selebihnya wo pu yau(7)
‘Baik. Terima kasih atas kedatangannya. Nanti kami beri kabar dalam waktu dua hari ke depan.’ Kata sang kakak sambil menyalamiku.
Dua hari. Rasanya aku tidak perlu waktu selama itu untuk tahu apakah aku diterima atau tidak di perusahaan ini.
Dua hari. Om Halim juga membutuhkan waktu yang sama untuk memutuskan kalau aku tidak layak untuk Aira.
‘Papa nggak setuju kalau aku pacaran sama kamu.’ Begitu kata Aira.
Tapi kenapa, Ra?’ aku benar-benar tidak mengerti. Apa aku terlah menyinggung perasaan Om Halim dalam pembicaraan waktu itu.
‘Jangan marah, ya An. Tapi kata papa, kamu itu bukan Cina asli.’
Jadi itu masalahnya. Cuma karena aku bukan cungkuo jen(8) asli aku tidak pantas bersanding dengan Aira yang memang amoy - mata sipit, hidung mancung, kulit putih. Bagus!
‘Maaf, ya, An. Jangan marah ya.’ Kata Aira.
‘Nggak, Ra, aku nggak marah. Papa kamu benar. Aku memang tidak cocok buat kamu. Dadah.’ Aku membalikkan badan dan pergi meninggalkan Aira. Aku tidak mau mendengar apa alasannya. Sudah cukup!
‘Halo, dengan rumah Pak Andy?’ suara wanita itu segera dikenali Andy. Suara sekertaris di perusahaan tempatnya melamar. ‘Bapak ditunggu kedatangannya besok oleh pak direktur jam sembilan.’
‘Baik. Terima kasih.’
Sayangnya pembicaraan tersebut hanya terjadi dalam imajinasiku saja. Aku tidak pernah menerima telepon yang memberi kabar kalau aku diterima. Tidak pernah. Yah, sebenarnya aku sudah tahu sejak semula kalau perusahaan tempatku melamar itu hanya menerima dua jenis orang. Tenglang(9)untuk dijadikan kepala staff dan menempati berbagai posisi penting lainnya dan hwa na(10) sebagai staff biasa atau lebih parah lagi sebagai pesuruh. Terus bagaimana dengan aku yang tidak termasuk kedua golongan tersebut? Tidak ada tempat untuk orang sepertiku. Tidak ada tempat untuk orang yang setengah-setengah di dunia ini. Aku harusnya menyadari hal itu sejak dulu, tapi entah kenapa aku masih nekat juga melamar. Mungkin aku berharap dewi kwam iml(11) akan membuat keajaiban.
‘Dewi pasti membantu orang yang dalam kesulitan.’ Begitu kata ibuku waktu dia masih hidup. ‘Bagaimana caranya, Bu?’ tanyaku.
‘Ya, macam-macam. Misalnya ada orang yang lagi butuh pekerjaan, dikasih pekerjaan. Orang yang butuh rumah, tiba-tiba ada yang ngajak tinggal.’
Tapi ibu rupanya dewi sekalipun tidak menganggapku ada. Kalau dia memang seperti yang ibu ceritakan kenapa dia membiarkan aku terus menderita sampai sekarang?
‘Kenapa nggak coba ngomong ke Tante Akim?’ usul ayahku waktu tahu aku tidak diterima.
‘Mau apa kamu kemari?’ tanya tante Akim ketus begitu tahu yang membunyikan bel rumahnya temyata Andy.
‘Saya ada perlu sama tante.’ Jawab Andy sopan.
‘Ada perlu apa? Langsung aja.’
‘Begini. Saya ‘kan udah lulus kuliah tapi nggak diterima dimana-mana.’
Terus kamu kesini mau minta kerjaan gitu? Enak aja! Emang kamu pikir tante itu siapa? Presiden?’
Tidak. Tidak. Pembicaraan seperti itu tidak boleh terjadi dan tidak akan pernah terjadi. Walaupun tante Akim adalah satu-satunya saudara ibu yang masih hidup, aku tidak akan mengemis padanya.
Aku masih ingat bagaimana tante Akim meprovokasi nenek dan saudara-saudara yang lain untuk tidak memasukkan nama ibu dalam surat warisan nenek.
Di ruang tamu nenek yang besar itu saudara-saudara sepupuku sedang asyik bermain di lantai. Mereka tampak Iucu dan menggemaskan: kulit putih yang akan besemu merah kalau mereka tertawa, ikat rambut yang akan berbunyi kalau mereka menggerak-gerakkan kepala mereka dan gelang kaki dari emas yang akan berbunyi kalau mereka berjalan.
‘Boleh aku ikut?’ tanyaku penuh harap.
Mereka berhenti bermain dan memandangiku. ‘Siapa kamu?’
‘Namaku Andy. Boleh ikut main?’
Mereka memandangiku lama sekali. Aku jadi tidak enak dibuatnya. Tiba-tiba salah seorang dari mereka berdiri di sebelahku.
‘Yang terawat dan yang tidak terawat.’ Kata salah seorang dari mereka.
Mereka semua tertawa terbahak-bahak. Aku tidak mengerti apa yang mereka terwakan.
Tiba-tiba tante Akim datang dari belakangku. ‘Eh, jangan begitu anak-anak.’ Katanya. ‘Dia bukannya tidak terawat tapi dia memang keturunan tiko(12).’ Kata tante Akim sambil tersenyum sinis.
Semua saudara sepupuku tertawa lagi. Aku tetap tidak mengerti kalau akulah yang mereka tertawakan. Pada saat itulah ibu datang sambil menangis dan Iangsung membawaku pergi.
‘Kenapa, bu? Tanyaku. Tapi ibu tidak pernah menjawab. Aku baru tahu kejadian sebenarnya bertahun­-tahun kemudian kalau ternyata atas hasutan tante Akim nenek tidak mengakui ayah sebagai menantunya. Lebih parah lagi nenek dan keluarga besarnya tidak mengakui keberadaan ibu. Dan aku? Aku tidak pernah dianggap ada. Bagi mereka aku tidak Iebih dari anak haram.
‘Kenapa, An? Kok bengong?’ tanya ayahnya saat melihat Andy tidak menanggapi usulnya. ‘Nggak apa, yah.’
‘Jadi kamu mau ngomong sama tante Akim?’
‘Iya. Besok aja Iangsung ke rumahnya.’
‘Ya baguslah. Siapa tahu tante kamu punya kerjaan yang cocok buat kamu.’
‘Semoga.’
Malam itu Andy tidak bisa tidur. Menjelang subuh dia mengepak semua pakaiannya dalam sebuah tas ransel sementara sisa pakaian yang tidak muat ditinggalkannya. Sebelum pergi dia meninggalkan surat untuk ayahnya.
Ibu aku harus pergi sekarang. Aku tidak bisa berada terus di sini. Aku harus mencari tempatku di dunia ini, dimana orang tidak akan mengenalku atau mempermasalahkan darah apa yang mengalir dalam diriku. Ibu doakan semoga aku berhasil.
Andy berbalik meninggalkan makam ibunya. Matahari baru saja terbit. Andy berhenti sebentar memandangi bola gas raksasa berwarna kuning itu, lalu dengan langkah ringan dia melangkahkan kakinya menuju arah matahari terbit.
Surabaya, 15 Oktober 2009
(1) Bahasa Mandarin untuk satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan sembilan sepuluh
(2) Sebutan untuk orang Cina totok yang sudah tua
(3) Marga
(4) Apa kabar?
(5) Aku cinta kamu
(6) Tidak ada uang
(7) Aku tidak tahu
(8) Orang Cina
(9) Orang Cina
(10) Orang non Cina
(11) Dewi welas asih
(12) Orang non Cina
Cerita ini cuma rekaan pengarangnya, jika ada kesamaan nama tokoh dan cerita hanya kebetulan saja :)

AKU INGIN MATI

Seorang pria mendatangi Sang Master, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”
Sang Master tersenyum dan menasehatinya dengan berbagai cara dan lembut,serta siap membantunya, namun pria itu menolak tawaran sang guru dan bertekad untuk tetap mati agar hatinya tenang.
Dengan lembut sang guru berkata ;“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”
“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”
Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.



Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Master edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya.Begitu rileks, begitu santai!. Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.
Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget!
Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu. “Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi.
Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali Selama ini, mungkin aku salah. “Maafkan aku, sayang.”
Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya?” Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda.Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, Ayah selalu stress karena perilaku kami.”
Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah.
Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?
Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”

Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP.

Hidup…bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul, tapi merupakan suatu anugrah untuk dinikmati.

DO'A

Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami Rukunkan antar hati kami Tunjuki kami jalan keselamatan Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang Jadikan kumpulan kami jama'ah orang muda yang menghormati orang tua Dan jama'ah orang tua yang menyayangi orang muda Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian

 

Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar Wahai yang menyambung segala yang patah Wahai yang menemani semua yang tersendiri Wahai pengaman segala yang takut Wahai penguat segala yang lemah Mudah bagimu memudahkan segala yang susah Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak Engkau Maha Tahu dan melihatnya

 

Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada kami "ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala kasih"

 

Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu Berlaku pasti atas kami hukum-Mu Adil pasti atas kami keputusan-Mu

 

Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu Dengan semua nama yang jadi milik-Mu Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur'an yang agung Sebagai musim bunga hati kami Cahaya hati kami Pelipur sedih dan duka kami Pencerah mata kami

 

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang menenggelamkan dunia

 

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang marak menyala

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir'aun dan laut yang mengancam nyawa

 

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa dari Salib dan pembunuhan oleh kafir durjana

 

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu wassalam dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara murka

 

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam, dan perut ikan

Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara

 

Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya

 

Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri

 

Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan nabi-Mu Muhammad SAW di padang mahsyar nanti Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati, ummatku ummatku Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan

 

Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu Engkau kirimkan kepada kami da'i penyeru iman Kepada nenek moyang kami penyembah berhala Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da'wah Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini Kepada generasi berikut kami Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini Dengan sikap malas dan enggan berda'wah Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa


KOKOHNYA IMAN VS BENGISNYA PREMAN

Suatu sore, ditahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jendral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.


Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika 'algojo penjara' itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu 'jenggel' milik tuan Roberto yang fanatik .. itu akan mendarat di wajah mereka.


Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara-suara Ayat Suci yang amat ia benci. "Hai...hentikan suara jelekmu! Hentikan...!" Teriak Roberto sekeras-kerannya sembari membelalakan mata. Namun apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu'nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk satu orang. Dengan congak ia menyemburkan ludahnya ke wajah renta sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala.


Sungguh ajaib... Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata kepatuhan kepada sang Algojo... Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, "Bersabarlah wahai ustadz...Insya Allah tempatmu di Syurga." Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustadz oleh sesama tahanan, 'algojo penjara' itu bertambah memuncak amarahnya.


Ia perintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-keras hingga terjerembab di lantai. "Hai orang tua busuk! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa jelekmu itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu!


Sang Ustadz lalu berucap, "Sungguh...aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, Allah SWT. Karena kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh."


Baru saja kata-kata itu terhenti, sepatu laras Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah bersimbah darah. Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah 'buku kecil'. Adolf Roberto bermaksud memungutnya. Namun tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat.
"Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!" bentak Roberto. "Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!"ucap sang ustadz dengan tatapan menghina pada Roberto.


Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu laras berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustadz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto. Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan 'algojo penjara' itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.


Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung. "Ah...sepertinya aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan? Ya, aku pernah mengenal buku ini." suara hati Roberto bertanya-tanya. Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu.


Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan "aneh" dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Sepanyol. Akhirnya Roberto duduk disamping sang ustadz yang telah melepas nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam.


Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak. Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto. Pemuda itu teringat ketika suatu sore di masa kanak-kanaknya terjadi kericuhan besar di negeri tempat kelahirannya ini. Sore itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia). Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa tak berdosa berjatuhan di bumi Andalusia. Di hujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi. Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara. Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang dibawa oleh para rahib.


Seorang bocah laki-laki mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua. Bocah mungil itu mencucurkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang ummi ( ibu ) yang tak sudah bernyawa, sembari menggayuti abayanya.
Sang bocah berkata dengan suara parau, "Ummi, ummi, mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa....? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi..."


Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah. Akhirnya bocaah itu berteriak memanggil bapaknya, "Abi...Abi...Abi..." Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.


"Hai...siapa kamu?!" teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati sang bocah. "Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi..." jawab sang bocah memohon belas kasih. "Hah...siapa namamu bocah, coba ulangi!" bentak salah seorang dari mereka.
"Saya Ahmad Izzah..." sang bocah kembali menjawab dengan agak grogi. Tiba-tiba "plak! sebuah tamparan mendarat di pipi sang bocah. "Hai bocah...! Wajahmu bagus tapi namamu jelek. Aku benci namamu.
Sekarang kuganti namamu dengan nama yang bagus. Namamu sekarang 'Adolf Roberto'...Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang jelek itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!" ancam laki-laki itu.

Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Anak laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi. Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka.


Roberto sadar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeris, "Abi...Abi...Abi..."
Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu. Fikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapanya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya. Ia jua ingat betul ayahnya mempunyai 'tanda hitam' pada bahagian pusar.


Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas ulahnya selama ini. Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun alpa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, "Abi... aku masih ingat alif, ba, ta, tsa..." Hanya sebatas kata itu yang masih terekam dalam benaknya.


Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya. Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyiksanya habis-habisan kini tengah memeluknya. "Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuh Abi, tunjukkan aku pada jalan itu..." Terdengar suara Roberto memelas.


Sang ustadz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, ditempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah.


Sang Abi dengan susah payah masih bisa berucap. "Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu,"
Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah "Asyahadu anla Illaaha illallah, wa asyahadu anna Muhammadan Rasullullah...'. Beliau pergi menemui Rabbnya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang dibumi yang fana ini.


Kini Ahmah Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agama Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru dunia berguru dengannya..." Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy

" Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya." (Q.S.Ali Imron:54).

Balada Otong dan si “Ada Deh”

“Ada Deh”… kata ini seringkali Otong pakai untuk merujuk perempuan yang sedang dekat dengannya. Tiap kali temannya tanya Otong sedang jalan dengan siapa atau kebetulan saat mereka menelepon Otong dan disampingnya terdengar suara seorang perempuan maka Otong pasti bilang “Lagi sama… ada deh!”

Temannya sering jengkel juga karena sikapnya yang katanya sok misterius dengan menyembunyikan perempuan yang sedang dekat dengannya. But he does have some reason why he did like that… Pertama si “Ada Deh” ini bukan hanya seorang saja, ada banyak perempuan yang dia beri gelar si “Ada Deh” selain itu si “Ada Deh” sebenarnya tak ada hubungan yang special dengannya because they are all just his friends.

Karena sering memergoki Otong yang sedang jalan dengan perempuan yang berbeda banyak teman pria menganggapnya seorang “Master Player”, kebanyakan akan berkata “Hebat loe bro, cewek loe ganti-ganti mulu. Bagi ilmunya dong.” Ato bahkan “Gila loe pake ilmu pelet apa?” Padahal klo tahu realita sebenarnya, teman-temannya itu tak akan ada yang mau berada di posisinya!

Karena Otong cuma teman dekat, close friend, not even TTM klo pake istilah anak sekarang, apalagi pacar atau kekasih. Mungkin ini karena pembawaan gendernya yang kalau menurut istilah sosiologi masuk kategori androgyny. Otong lelaki normal, straight, yang menyukai perempuan, tapi Otong tak terlalu masculine seperti kebanyakan lelaki umumnya. He hate violence, gak terlalu suka outdoor activity, don’t like soccer, non smoking, pokoknya hal-hal umum yang kebanyakan akan disukai lelaki Otong tak suka. Dan sebaliknya cukup banyak sifat feminine ada pada Otong, he likes to cook, love flower, and he is a romantic kind of person.

Hal itulah yang membuatnya lebih bisa memahami perasaan perempuan, he just know how to threat women. Dan malangnya hal ini membuat banyak teman perempuan dalam hidupnya. Kenapa malang? Karena mostly mereka cuma menjadikannya tempat cerita, sharing, curhat, atau konsultasi tentang masalah pribadi atau percintaan mereka. Kalaupun ada beberapa perempuan yang eventually attracted to him and finally going steady with him, masalah yang sama akan selalu timbul. Kalau tidak muncul jealousy karena banyaknya teman perempuannya, pasti ada racun dari pihak ketiga yang muncul secara tiba-tiba.

Sepertinya dalam waktu dekat Otong akan berhenti menyebut teman-temannya “Ada Deh”, karena dengan tak menyebut nama sama artinya tak menghargai mereka, dan mungkin hal inilah sumber kesialan dan kemalangannya….
Powered By Blogger